PADANG--Badan Meteorologi dan
Geofisika (BMG) Padang
terpaksa memantau perkembangan cuaca setiap hari, karena sulitnya memprediksi
cuaca jangka panjang akibat pengaruh pemanasan global.
Kepala BMG Padang Emrizal kepada PadangKini.com, Sabtu
mengatakan, kantornya harus memantau perkembangan cuaca setiap pagi.
"Akibat pemanasan global saat ini cuaca jadi lebih sulit
dipantau, kami juga sulit melakukan prediksi cuaca untuk jangka panjang, karena
makin sulit diduga, makin banyak parameter yang diperlukan sekarang untuk
memprediksi cuaca, tidak seperti dulu lagi," ujarnya.
Efek global warming atau pemanasan global yang sangat dirasakan saat ini, kata Emrizal, adanya
peningkatan suhu sejak 1970 sekitar 1 derajat.
"Inilah yang menyebabkan makin sering terjadi badai tropis,
baik di utara maupun di selatan," katanya.
Dampak lainnya adalah gelombang laut makin sering naik.
Angin kencang seperti angin puting beliung kerap terjadi, dan sejumlah kawasan
sering mengalami banjir karena hujan terus-menerus.
"Kalau dulu hujan hanya pada bulan-bulan yang akhirnya ber,
sekarang hingga April pun di Jawa dan Sumatera hujan belum berhenti, April ini
misalnya, baru minggu ini hujan mulai jarang," ujarnya. (yanti/s)