PADANG--Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Padang mengingatkan agar
warga di sejumlah daerah di Sumatera Barat waspada terhadap potensi datangnya
angin puting be
liung dan hujan es di sejumlah daerah.
Kepala BMG Padang Emrizal kepada PadangKini.com, Sabtu (5/4)
mengatakan, potensi angin puting beliung dan hujan es dapat terjadi di Padang
Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Solok, dan Sijunjung.
"Ini pengaruh musim pancaroba atau peralihan dari musim angin
barat ke musim angin timur," katanya.
Ciri-ciri datangnya angin puting beliung, katanya, ada
mendung dan awan hitam yang gelap dan besar, lalu bertiup angin yang terasa
dingin. Setelah itulah terjadi puting beliung dalam hitungan detik, paling lama
satu menit.
"Pada detik-detik pertama itulah yang paling banyak merusak,
pohon tumbang, atap rumah terangkat dan lain-lain," katanya.
Sedangkan hujan es terjadi karena ada awan kumulus yang
besar pada ketinggian 33.000 hingga 35.000 kaki yang membentuk kristal es.
Ketika terjadi hujan kristal es ini belum mencari dan menjadi hujan kristal es
seukuran setengah centimeter.
"Namun hujan es biasanya terjadi di daerah yang vegetasi
atau tumbuhannya rendah, misalnya di perkotaan, kalau daerah yang vegatasinya bagus
peluangnya biasanya kecil," katanya.
Kamis (3/4) lalu puting beliung melanda Padang Sibusuk,
Kabupaten Sijunjung menyebabkan 6 rumah rusak berat. Sehari sebelumnya, Rabu
(2/4) dua buah rumah di Kamang, Agam, rusak atapnya dihantam puting beliung. Di
Kamang ketika itu selain badai juga turun hujan es. (yanti/s)