PadangKini.com | Rabu, 12/01/2011, 0:07 WIB
PADANG--Kabupaten Kepulauan Mentawai tetap akan menggelar pemilihan kepala daerah sesuai jadwal, paling lambat Agustus 2011.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mentawai Bastian Sirirui mengatakan, bencana tsunami tidak menghalangi pelaksanaan pilkada.
"Kami sekarang hanya menunggu pencairan dana yang kami ajukan Rp13 miliar dalam APBD 2011, mudah-mudahan bisa cair hingga akhir Januari ini, jadi kami bisa mulai bekerja Februari," katanya kepada PadangKini.com.
Bencana tsunami yang menghancurkan 20 dusun dan menewaskan 457 jiwa secara teknis tidak menghambat kerja KPU.
"Paling yang akan berubah letak TPS di dusun yang kena bencana sekitar 2 TPS per dusun dan perubahan daftar pemilih, nanti kami akan bekerja sama dengan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) untuk mendapatkan informasi pemindahan pemilih," katanya.
Ketua DPRD Mentawai Hendri Doris Satoko mengatakan, anggaran Pilkada sudah disahkan DPRD sebesar Rp8 miliar pada Jumat (7/1/2011). Dana tersebut sudah termasuk operasional Panitia Pengawas sekitar Rp800 juta dan Petugas Pengamanan sekitar Rp600 juta.
"Itu jumlah yang diajukan eksekutif ke dewan, ada pemangkasan dari anggaran yang diajukan KPU karena tahun kemarin kita defisit Rp5 miliar karena menangani bencana tsunami, jadi terpaksa banyak yang dipangkas setiap pos anggaran," kata Hendri kepada PadangKini.com.
Hendri yakin KPU bisa melaksanakan Pilkada dengan baik meski Mentawai baru saja mengalami bencana dan masih dalam tahap pemulihan. Namun ia sedikit mengkhawatirkan tingkat partisipasi pemilih yang berjumlah sekitar 42 ribu, terutama di daerah bencana.
"Sebagian besar korban dan daerah pesisir masih trauma, dalam kondisi ketakutan, tinggal di tempat darurat, kami khawatir banyak yang tidak fokus memikirkan pemilihan bupati," ujarnya.
Hendri memperkirakan akan ada setidaknya 4 pasangan calon yang akan diusung parpol. Ia belum mendengar calon perseorangan. Dari kemungkinan empat pasang itu tiga bisa langsung diusung partai mayoritas di DPRD, PDI Perjuangan, Partai Demokrat, dan Partai Damai Sejahtera. Lainnya partai gabungan.
"Sebelum tsunami sempat memanas tentang bursa calon, lalu semua colling down sejak tsunami 25 Oktober," katanya. (syof)