BERITA » Kesehatan

Rahasia Panjang Umur Mak Khatib 102 Tahun

PadangKini.com | Rabu, 11/05/2011, 11:48 WIB

PADANG--Seorang pria tua mengayuh sepeda unto dengan santai di tengah keramaian jalan depan Balaikota Padang. Di jalan raya depan bekas Matahari Dept Store sepedanya  menepi dan ia masuk ke dalam warung Cendol Durian Mak Khatib, gerobang yang berdiri di trotoar.

Pria tua itu adalah Mak Khatib, pemilik es cendol durian yang legendaris di Kota Padang: Es Cendol Durian Mak Khatib. Es cendol Mak Khatib ini terkenal karena dalam setiap gelas, selain berisi cendol sagu sebagai topingnya ada gundukan satu sendok daging durian dan ketan putih.

Rasanya legit karena dicampur cairan gula aren dan segar karena ditambah es batu.

Cendol ini pertama kali dijual oleh Mak Khatib di Pasa Gadang, Padang pada tahun 1950-an.

"Campuran cendol ini temuan saya, karena ingin rasanya beda dari cendol yang lain, lalu saya beri durian karena durian banyak di Padang, saya jualan di depan bioskop di Tanah Kongsi dengan dua periuk balango besar (periuk tanah liat) yang dibawa dengan pikulan," kata Mak Khatib yang kini berusia 102 tahun dan masih terlihat bugar.

Menurut Mak Khatib, setelah bahunya cedera karena memikul saat berjualan, ia membuka warung cendol pada malam hari di depan bioskop, namun cendolnya tetap laris. Selain di Bioskop di Tanah Kongsi, Mak Khatib juga pernah jualan cendol di Simpang Kinol, Pondok.

"Saya juga pernah jualan sampai kemari (depan Matahari atau depan Pasar Raya Padang), dulu hanya ada toko bagonjong, dan saya jualan di dekat batang beringin, sekarang menjadi deretan toko, dulu nama tempat ini Kampuang Jua," kata Mak Khatib.

Saking larisnya, cendol ini juga jadi langganan pejabat. Mlai dari pejabat Orde Baru seperti Harmoko hingga Jusuf Kalla. Menurut Mak Khatib yang bernama asli M. Zaini, dulu cendolnya juga kerap dibeli turis asing.

Pelanggannya juga datang dari Medan dan Pekanbaru.
Kini usaha cendolnya dilanjutkan empat anaknya. Ada empat gerobak cendol dengan nama Cendol Mak Khatib. Dua berada di Pasar Raya Padang di samping Balaikota dan dua lainnya di daerah Ganting serta Kampung Kalawi.  Satu gelas cendol harganya Rp7.500.

Mak Khatib saat ini banyak menghabiskan waktu di Masjid Muhamadan di Tarandam. Namun terkadang  ia keluyuran menghirup udara kota dengan sepeda unto ke rumah atau warung cendol anak-anaknya, dan bertemu cucu-cucunya.

Lalu apa rahasia panjang umur Mak Khatib? "No smooking," kata Mak Khatib dengan semangat ketika ditanya PadangKini.com.

"Saya ndak pernah merokok, ndak minum kopi, tidak makan yang macam-macam, sekarang sudah makan bubur dan nasi lembek," katanya. (yanti)

1 Komentar Pembaca

  • 1 Kusmalzen.ir Pekanbaru Rabu, 05/09/2012 11:12 WIB

    Awak kenal dulu Mak Katik di simpang Kinol ...Abis nonton Minggu pagi di bioskop Satria ......yo saban sero.!!!!!

iklan
  • ubh 2012
  • bondek | Padang Alai

    Di zaman reformasi ini masih ada diskriminasi angkutan Taksi , yg melarang Blue Bird beroperasi di

  • seroja | padang

    cangkuak kami d sungai pua ndak d mask tapisah bagai dh. .bahan d siram jo aia nasi. .langsuang tonggokan

  • Kecewa | Depok

    KECEWA mengatakan:Di Depok Timur Tempat Kami Untuk Masuk Sekolah Dasar Orang tua harus mekiydeanan

  • Rasyid | Pekanbaru

    Samba cangkuak tu asli dari nagari sabu, batipuah, bukan dari rambatan ..