BERITA » Kota Padang

11 Marinir Penganiaya Para Jurnalis Ditahan

PadangKini.com | Rabu, 30/05/2012, 23:15 WIB

PADANG--Sebelas marinir anggota Batalyon Marinir Pertahanan Lantamal II Padang telah ditahan terkait aksi penganiyaan yang mereka lakukan terhadap sejumlah jurnalis Kota Padang.

Hal itu disampaikan Komandan Lantamal II Padang Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Gatot Subroto saat dialog dengan lebih seratus jurnalis yang dimediasi pimpinan DPRD Sumatera Barat, Rabu (30/5/2012).

"Saya sangat menyesal atas kejadian ini dan menindak para pelaku, kami tidak melindungi mereka dan tetap ingin menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan wartawan," kata Gatot.

Kesebelas marinir, sudah berada di sel Lamtamal II Padang di Teluk Bayur dan menunggu proses hukum militer. Mereka ditahan sejak Rabu, 30 Mei 2012 pukul 03.00 WIB.

Mereka adalah Serka Marinir Zaenal Mashur, Serda Saddam Husein, Koptu Bainuddin, Praka Alexander, Praka Kusnendi, Pratu Zulfahmi, Pratu Dian Malendra H, Pratu Komtung Yan, Pratu Dwi Eka Prasatia, Pratu Utomo Saputra, dan Pratu Erwanto.

Kesebelas marinir ini dengan membabi-buta mengejar dan menganiaya 7 jurnalis televisi dan fotografer ketika meliput penertiban kafe dari kegiatan maksiat oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang di kawasan Bukit Lampu, Kelurahan Sungai Baremas, Kecamatan Lubuk Begalung, Padang, Selasa (29/5/2012) sekitar pukul 17.00 WIB.

"Semula mereka menganiaya warga dan seorang anggota DPRD Padang yang ikut penertiban kafe, ketika melihat kami merekam kejadian itu, mereka lalu mengejar kami dan dengan brutal langsung memukul, merusak kamera, dan mengambil card memory, saya lihat ada dua orang yang berseragam dan sisanya berpakaian biasa," kata Maril Gaffur, fotografer LKBN Antara Biro Sumatera Barat. Maril selamat dari penganiyaan.

Akibat penganiyaan itu, Budi Sunandar,  jurnalis Global TV terpaksa dijahit telinganya dengan 7 jahitan karena robek akibat pukulan. Kaset camcorder-nya diambil pelaku. Jurnalis televisi local Favorit TV, Jamaldi kameranya rusak dan mukanya memar dipukuli. Fotografer Harian Padang Ekspres, Sy Ridwan dirampas card memory kameranya.

Jurnalis Trans 7, Julian telinganya dipukuli hingga keluar darah dan kameranya rusak. Andora Khew, jurnalis SCTV dan Afriandi jurnalis Metro TV, kasetnya diambil dan wajah mereka lebam dipukuli. Jurnalis Trans TV, Deden dicekik dan dipukuli.

Lebih seratus jurnalis dari berbagai media dan organisasi jurnalis di Padang melakukan aksi demonstrasi ke kantor DPRD Sumatera Barat di Padang, Rabu (30/5/2012). Di antaranya di Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI). Mereka menuntut agar proses hukum terhadap para pelaku dilakukan transparan.

Para jurnalis mendesak Ketua DPRD Sumatera Barat Yulteknil menelepon Komandan Lamtamal II. Beberapa saat menunggu Komandan Lantamal II Padang Brigadir Jenderal TNI (Marinir) Gatot Subroto datang bersama petinggi Lamtamal untuk berdialog.

"Mereka tidak hanya menghalang-halangi kerja jurnalis yang memiliki sanksi hukum dalam Undang-Undang Pers, tapi juga melakukan tindakan kriminal penganiyaan, jadi ini harus ditangani dengan serius," kata Hendra Makmur, Ketua AJI Padang.

Ketua DPRD Sumatera Barat Yulteknil meminta kasus ini diusut tuntas dan mengimbau TNI untuk menghormati kerja jurnalis. (syof)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012