BERITA » Kota Padang

Jurnalis Padang Bantah Pernyataan Panglima TNI

PadangKini.com | Kamis, 31/05/2012, 14:18 WIB

PADANG--Jurnalis Padang, Sumatra Barat yang tergabung dalam Koalisi Wartawan Anti-Kekerasan (KWAK) membantah pernyataan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono yang menyebutkan jurnalis di Sumatra Barat sudah berdamai dengan Marinir dan TNI AL terkait kekerasan yang dialami 7 jurnalis pada Selasa (29/5/2012).

"Tak pernah ada kata damai untuk kekerasan kepada jurnalis, pernyataan Panglima sebagaimana dikutip di beberapa media hari ini (Kamis,31/5/2012) tendensius dan memperkeruh keadaan karena klaim sepihak, tidak sesuai kenyataan dan bertendensi melakukan kebohongan publik," ujar Hendra Makmur, Ketua AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Padang yang tergabung dalam KWAK, Kamis (31/5/2012).

Salah satu media yang mengutip pernyataan Panglima adalah vivanews.com pada Kamis (31/5/2012).

Menurut Hendra, pelanggaran yang dialami 7 jurnalis di Padang merupakan pelanggaran Undang-Undang Pers dan hukum pidana yang tidak mengenal istilah "damai".

"Perlu kami tegaskan dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan Lantamal II Padang di DPRD Sumatra Barat pada Rabu (30/5), KWAK Sumbar sudah menegaskan sikap meminta kasus ini diusut hingga tuntas sesuai hukum yang berlaku," kata Hendra.

Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatra Barat, Rino Zulyadi yang juga tergabung dalam KWAK menegaskan tidak pernah ada perdamaian jurnalis di Padang dengan pihak Lantamal II terkait kasus ini.

Dalam pertemuan di DPRD tersebut, katanya, Komandan Lantamal II Brigjen Marinir Gatot Subroto sudah mengakui kesalahan anak buahnya dan berjanji akan mengusut kasus tersebut sesuai hukum. Lantamal II juga sudah menahan 11 prajurit marinir yang terlibat.

"Karena proses hukum sedang berlangsung, kami meminta Panglima TNI menghormati proses hukum tersebut dan tidak mengeluarkan pernyataan yang menyesatkan," kata Rino.(s)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012