PadangKini.com | Minggu, 03/06/2012, 20:17 WIB
SAWAHLUNTO-Peserta Tour de Singkarak 2012 dari 18 negara, termasuk Indonesia, akan disuguhi randai di halaman GPK (Gedung Pusat Kebudayaan) Sawahlunto, Minggu (3/6/2012) malam.
Kesenian tradisional minang tersebut satu dari sejumlah penampilan kesenian tradisional yang akan menghibur para peserta dan pengiring TdS 2012 yang diawali di Sawahlunto pada acara pembukaan TdS 2012 yang akan digelar hingga pukul 23.00 WIB. Acara kesenian lain adalah tari tenun, tari kancah budaya, tari piring, dan orchestra minang pentagon.
Lebih 100 peserta TdS 2012 beserta pengiring sudah sampai di Kota Sawahlunto sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka sempat menikmati naik kereta api wisata diesel dari Stasiun Padangpanjang menuju Stasiun Batutaba di Singkarak.
Dari Stasiun Batutaba diangkut dengan kereta api batubara "Mak Itam" yang digandeng lokodiesel menuju Stasiun Solok. Seyogyanya dari Stasiun Solok kembali naik "Mak Itam" menuju Stasiun Sawahlunto.
Tapi karena telat berangkat dan khawatir terlalu sore dan terlambat sampai di Sawahlunto jika naik Mak Itam yang berjalan pelan itu, akhirnya peserta terpaksa dibawa dengan bus dan sampai di Sawahlunto sekitar pukul 16.00 WIB. Mak Itam yang biasa mangkal di Stasiun Sawahlunto sampai pukul 18.40 WIB.
Sampai di Sawahlunto para peserta disambut secara resmi oleh Wali Kota Sawahlunto Amran Nur di depan GPK. Akibatnya makan siang yang diadakan di GPK terlambat. Terlihat ikut makan siang Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar.
Malam ini para peserta menginap di sejumlah hotel dan penginapan di Kota Sawahlunto. Di antaranya di Hotel Parai, Hotel Ombilin, Wisma Balai Diklat, Mess Ombilin, Mes Pemda, dan sejumlah penginapan (homestay).
Besok, Senin (4/6/2012) Stage 1 dengan rute sejauh 77,6 km start dari Taman Segitiga Sawahlunto menuju Muaro Sijunjung kemudian finish kembali di Taman Segitiga Sawahlunto. Start pukul 14.04 WIB dan diperkirakan dengan kecepatan paling lama 38 km per jam sampai di garis finish pukul 16.06 WIB.
Acara pelepasan Stage 1 dijadwalkan oleh Menteri Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Marie Pangestu dan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno. (arfa/s)