BERITA » Lingkungan

INFORIAL-Siap Siaga Harga Mati di Daerah Rawan Bencana

PadangKini.com | Sabtu, 23/06/2012, 16:57 WIB

PADANGPARIAMAN-Mesti menuai pro-kontra Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno kepada sejumlah kepala daerah mengenai kesiapsiagaan gempa dan tsunami hingga 30 Juni 2012 ditanggapi bersemangat oleh Pemandu Sekolah Lapangan Nagari Ulakan Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman, Zulkifli.

Menurutnya, ada atau tidak ada surat edaran itu, masyarakat dituntut untuk tetap siap siaga.  "Kesiapsiagaan adalah harga mati, apa lagi bagi masyarakat yang hidup di daerah rawan bencana sepeti Ulakan ini," katanya.

Ia menyayangkan kenapa surat edaran itu baru diberitakan, padahal masyarakat perlu selalu diingatkan untuk mengurangi risiko bencana.  "Kesiapsiagaan kan tidak harus menunggu surat, bencana bisa datang kapan saja," kata lelaki 39 tahun itu.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Padang Pariaman, Amri Agus juga mendukung penuh surat edaran gubernur dengan menyampaikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat.  Menurutnya, surat edaran itu hanya bentuk tulisan dari penyampaian lisan yang yang sudah sering disampaikan aparat pemerintah.

"Mestinya, surat edaran tersebut dijawab dengan rencana kontijensi di masing-masing wilayah, mulai dari level terendah seperti korong hingga pada level kabupaten, rencana kontijensi berisikan tentang apa saja yang harus dilakukan ketika terjadi keadaan darurat, siapa saja yang melakukan, peralatan dan sumberdaya apa yang digunakan, siapa yang memegang komando dan lainnya," ujarnya.

Keduanya menyampaikan hal tersebut pada salah satu diskusi temu lapangan petani beberapa waktu lalu di Korong Tangah Padang Kanagarian Ulakan,  Kecamatan Ulakan Tapakis Kabupaten Padang Pariaman.

"Ini momentum untuk memperlihatkan kepada khalayak ramai bahwa kesiapsiagaan tidak harus tergantung pada surat edaran gubernur," kata Zulkifli.

Zulkifli dan pihak-pihak yang hadir melakukan penanaman pohon di Pasie Karambia Tigo Nagari Ulakan.  

"Kami memilih pohon-pohon besar seperti ketapang, trembesi, sengon, dan sukun, harapannya pohon-pohon itu dapat tumbuh dan menahan abrasi, tiupan angin sekaligus sebagai bagian dari penahan ombak ketika ada gelombang besar," ujarnya.

Nagari Ulakan merupakan salah satu nagari yang berada pada zona merah tsunami di Sumatera Barat.  Karena itu, penahan ombak serta tempat evakuasi perlu disiapkan sedini mungkin.

Amri Agus menegaskan kegiatan seperti ini seharusnya terus dilanjutkan di masa mendatang.  

"Apalagi FIELD-Bumi Ceria kan tidak selamanya ada di Padang Pariaman.  Tugas kita bersama untuk tetap mebangun masyarakat yang siaga bencana," katanya.

FIELD-Bumi Ceria adalah sebuah program yang mendukung ketangguhan masyarakat terhadap perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana pada komunitas petani di Kabupaten Padangpariaman.  Program ini didukung oleh United State Agency for International Development (USAID) dan diimplementasikan oleh Yayasan FIELD Indonesia. (Inforial FIELD-Bumi Ceria)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012