BERITA » Lingkungan

INFORIAL-Dorong Kedaulatan Pangan Melalui Pemberdayaan Petani

PadangKini.com | Sabtu, 23/06/2012, 17:24 WIB

PADANGPARIAMAN-Persoalan pertanian belakangan kian kompleks. Mulai dari kelangkaan pupuk, perubahan iklim, hingga kerusakan ekosistem yang menyebabkan terjadinya penurunan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Akibatnya produk pertanian yang mestinya mampu dihasilkan sendiri harus diimpor dari negara asing.

Mau tidak mau situasi semacam ini harus segera diatasi. Caranya adalah dengan mendorong dan memberdayakan petani untuk menciptakan kemandirian pangan dan keseimbangan ekosistem di lingkungan mereka sendiri.

Program inilah yang digalakkan Farmer Initiatives for Ecological Livelihoods and Democracy (Yayasan FIELD Indonesia) melalui program FIELD-Bumi Ceria di Kabupaten Padangpariaman. Sejak akhir 2010 mereka giat mendampingi kelompok-kelompok tani di daerah tersebut melalui program Sekolah Lapangan (SL).  Program ini didukung oleh lembaga bantuan pembangunan internasional Amerika Serikat (USAID).

Ketua Persatuan Petani Pemandu dan Masyarakat Tangguh Bencana dan Perubahan Iklim (P3MTBPI) Padangpariaman, Indra Medi mengatakan, mereka sudah menjalankan empat sekolah lapangan yang didampingi FIELD-Bumi Ceria.

Pertama SL Ekorice yang mengajarkan dan mengajak petani memanfaatkan bahan-bahan organik untuk meningkatkan hasil padi, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

"Program ini sudah kami terapkan dengan pembuatan pupuk organik dan memanfaatkan Mikro Organisme Lokal (MOL) untuk pertanian, dengan demikian pemakaian pestisida yang selama ini menjadi penyebab kerusakan lahan bisa dikurangi," katanya.


Kemudian membentuk SL Iklim dan Biogas. Saat ini hasil dari SL tersebut sudah dapat dimanfaatkan masyarakat setempat dengan pemakaian energi biogas dari kotoran ternak. Sejak enam bulan terakhir masyarakat sudah menikmati pemakaian energi ramah lingkungan tersebut.

Kanaan, 59 tahun, misalnya. Warga Korong Kampung Cubadak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Padang Sago itu mengaku sangat terbantu dengan pemanfaatan energi biogas dari kotoran ternak miliknya. Untuk memasak mereka tidak lagi memerlukan minyak tanah atau mencari kayu bakar. "Hasilnya lebih mudah dan menghemat belanja," ujarnya.

Selain itu juga dibentuk SL lumbung pangan hidup dimana petani menyiapkan lumbung pangan untuk mereka sendiri. Karena menurut Indra Medi, Padangpariaman masuk dalam wilayah yang rawan terhadap bencana. Sehingga perlu kesiapan masyarakat untuk menjamin pangan di daerah mereka sendiri. Apalagi mereka memiliki lahan yang cukup untuk itu.

Terakhir SL Tanaman Multi Guna. Di sini masyarakat diajak menaman berbagai macam tanaman di sekitar lingkungan mereka. Tanaman-tanaman tersebut dimanfaatkan sesuai kebutuhan, termasuk tanaman berkayu, buah, dan bambu.

Direktur FIELD Indonesia Widyastama Cahyana mengatakan, program semacam itu penting untuk membangun kedaulatan pangan di masyarakat.

"Tidak hanya menyiapkan diri untuk melawan kerawanan pangan, tetapi program ini penting untuk mengajak masyarakat peduli dengan pengembangan pertanian yang tidak merusak ekosistem," ujarnya.

Selama ini, katanya, pertanian di Indonesia sudah dirusak oleh penggunaan pestisida besar-besaran yang menyebabkan terjadi kerusakan lahan, kerusakan ekosistem alam, dan penurunan kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Karena itu diperlukan usaha bersama untuk membangun kembali metode pertanian yang baik, bersahabat dengan lingkungan, dan menguntungkan petani.

Itu sebabnya P3MBTPI didampingi FIELD-Bumi Ceria menggelar Jambore Tani bagi kelompok tani dari 20 nagari se-Kabupaten Padangpariaman di Korong Limo Hindu, Nagari Batu Kalang, Kecamatan Padang Sago,18-20 Juni 2012.

Kegiatan tersebut diisi dengan menampilkan hasil pertanian dari masing-masing nagari dan workshop lapangan pertanian. "Yang jelas Jambore ini menjadi ajang saling memberi informasi dan berbagi pengalaman antarkelompok tani," kata Indra Medi. (Inforial FIELD-Bumi Ceria)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012