PadangKini.com | Rabu, 25/07/2012, 00:19 WIB

PADANG--Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Padang Dedi Henidal mengatakan, hingga saat ini tim SAR masih melakukan pencarian dan evakuasi. Belum ada informasi mengenai warga hanyut terseret arus. BPDB kota Padang juga belum bisa melansir data jumlah rumah dan korban yang telah dievakuasi.
"Belum ada laporan korban jiwa. Tim SAR masih melakukan evakuasi di TKP," ujar Dedi di ruang kerjanya di Jalan By Pas Padang.
Sementara di Kelurahan Tabing Batang Gadang dan Kampung Koto, Gunung Pangilun, Nanggalo, proses evakuasi selesai dilakukan sekitar pukul 22.00 WIB. Hingga evakuasi selesai, diperkirakan sekitar 50 warga di Tabing Batang Gadang berhasil dievakuasi dan diungsikan di satu rumah di RT 05 RW 01.
Koordinator Rescue Basarnas Kota Padang Hendri mengatakan, warga secara bergantian berhasil dievakuasi menggunakan satu perahu karet dan satu Rifting. Basarnas juga menyiapkan 15 lift jaket dan satu unit mobil Ambulan.
"Proses evakuasi berjalan lancar, namun sempat terganggu oleh kepanikan warga. Penyisiran menggunakan perahu karet hanya bisa dilewati di RT 05," ujarnya.
Hendri juga menegaskan, tidak ada korban yang hanyut di TKP. Di dua kelurahan ini, setidaknya ada empat RT yang terendam, di antaranya RT 03, RT 05, RT 07, dan RT 06. keempat RT ini diperkirakan terdapat sekitar 250 kepala keluarga. Kawasan ini juga berjarak dekat dengan aliran sungai Batang Kuranji dan tanggul PDAM kota padang. Belum ada informasi tanggul PDAM ikut jebol.
Zulkifli, warga yang dievakuasi bersama lima anggota keluarganya mengatakan, dia bersama keluarganya terjebak di dalam rumah selama kurang lebih 3 jam. Dia mengatakan, luapan air mulai merembes masuk ke rumah secara tiba-tiba menjelang Isya. Ia mengamati luapan air sulit dibendung dan berangsur meninggi hingga tiga meter. Melihat kondisi itu dia bersama keluarganya langsung menyelematkan diri memanjat loteng.
"Satu per satu anggota keluarga berhasil menyelematkan diri ke tempat yang lebih tinggi. Syukur semuanya bisa selamat termasuk cucu saya yang baru berusia enam bulan. Tapi harta benda tak satu pun yang berhasil diselamatkan," ujarnya.
Usai dievakuasi, Kakek 57 tahun ini berencana mengungsi ke rumah adiknya di Taruko. Warga Tabing Batang Gadang lainnya, Masri, 45 tahun, bersyukur proses evakuasi di komplek perumahannya bisa berlangsung cepat. Sehabis berbuka dari kejauhan ia melihat puluhan rumah termasuk rumahnya sudah dikepung air, sementara lima orang anggota keluarganya masih di dalam.
'Saya langsung lapor ke kerabat di dinas pemadam kebakaran. Saya senang istri dan anak-anak saya akhirnya berhasil diselamatkan," ujarnya.
Sementara di kawasan Limau Manis, RT 04/RW 08, Jalan Kampus Unand, Kecamatan Pauh, proses evakuasi masih berjalan. Rizal Pulau, pemuda 26 tahun mengatakan, tim SAR gabungan dari TNI, BNPB, Basarnas, dan relawan lainnya dari pengamatannya di lapangan sudah menurunkan peralatan berupa perahu karet, tali tambang, dan beberapa pelampung untuk menyusuri rumah-rumah warga.
"Sampai kini masih berlangsung, belum ada kabar korban jiwa atau pun yang hanyut terseret air," ujarnya.(joni aswira)