Hobi

Pot Minimalis Rambah Penggemar Bunga di Padang

PadangKini.com | Sabtu, 28/2/2009, 11:09 WIB

PADANG--Pot minimalis merupakan jenis vas bunga yang sejak enam bulan terakhir digandrungi para pecinta bunga di Padang.


Selain harganya yang terjangkau, bentuk dan coraknya sangat natural bila dibanding pot-pot bunga lainnya, seperti pot peleret, pot tanah, keramik, plastik, dan jenis lainnya yang lebih banyak dibubuhi pewarna dan ukiran tulisan kaligrafi. Sedangkan pot minimalis lebih mengutamakan ukiran dari bahan yang digunakan berupa pasir putih dan batu alam tanpa harus memberi pewarna.


Selain coraknya, keunggulan pot minimalis terletak pada bentuknya yang unik dibanding pot-pot lain. Ada yang memiliki tiang dengan kolam di bawah dan ada juga jenis minimalis yang memiliki tiang dengan wadah di atas. Pot ini juga ada berbentuk air mancur yang dapat dipindah-pindahkan tempatnya.Untuk jenis pot yang memiliki wadah di bawah, para penggemar bunga biasanya menempatkan ikan hias di dalamnya yang kemudian dialiri aliran listrik sehingga air dalam pot tetap berjalan.


Gusnimar (57) pengusaha pot bunga yang terletak di jalan Khatib Sulaiman mengatakan, bisanya pot minimalis didatangkan dari Jawa. Sedangkan pasir putih yang digunakan sebagai hiasan langsung dipesan dari Bali. Menurutnya, penggunaan pasir biasa tidak bisa ditoerir karena membuat pot minimalis terkesan rapuh dan mudah hancur.


"Semenjak enam bulan belakangan, pot minimalis mulai digemari pencinta bunga di Kota Padang," ujar Gusnimar. Menurut perempuan paroh baya tersebut, penjualannya pun mulai meningkat. Pada umumnya pembeli berasal dari kalangan menengah atas.


"Bukan karena harganya yang mahal, tetapi harus dikondisaikan dengan rumah," ujarnya. Para pembeli pot minimalis, biasanya memiliki rumah yang mencerminkan keindahan alami sehingga kontras dengan pot minimalis yang identik dengan kenaturalannya. Harga pot minimalis pun beragam. Mulai dari Rp 200 ribu hingga jutaaan rupiah, tergantung jenis dan ukurannya.


Saat ini permintaan pot minimalis sangat tinggi di Padang, dibandig pot-pot buatan lokal lainnya. Untuk mendapatkan pot minimalis, para pembeli terlebih dahulu harus memesan karena pembuatanya di Jawa.


Menurut Gusnimar, penyebutan pot minimalis karena bentuknya yang alami dan mencerminkan keaslian dari alam. Tanpa adanya bahan pewarna, pot minimalis diukir dengan batu alam yang menempel sebagai bentuk ukiran. Disebut minimalis karena bentuknya alami, dan pembeli seolah kembali ke alam nyata. (yose/rd)

Belum ada Komentar

iklan
  • ubh 2012