PADANG--Buset, penyanyi minang modern, yang meledak lewat lagu rap-lawak "Radio Si Buset" dan "Bato Pren" ternyata pernah ngumpet alias sembunyi selama setahun karena demam panggung.
Itu ketika tiba-tiba album pertamanya "Bato Pren" pada 2006 meledak di pasaran dan diputar di mana-mana. Gaya kocak, lincah, dan menguasai panggung penyanyi minang ini melalui video klip-n
ya, ternyata bertolak belakang dengan kondisi si Buset.
"Saat itu saya tidak yakin dengan diri saya, album pertama keluar, setahun saya tidak men-cogok (tidak keluar rumah-red), setahun itu saya berhenti menyanyi, ada tawaran manggung tidak saya ambil, saya nggak berani," kata Buset alias Budi Setiawan, 28 tahun, ketika diwawancarai PadangKini.com di Bukittinggi, Kamis (24/3/2011).
Itu karena Buset sebelumnya tak pernah tampil di panggung. Ia penyanyi "depan rumah" di Kampung Pondok, Kota Pariaman. Piawai memainkan gitar, ia sering nongkrong dengan teman satu sekolah (ia pernah sekolah di STM lalu pindah ke SMA swasta di Pariaman) atau tetangga, sambil nyanyi apa saja.
"Kalau sudah pegang gitar apa saja yang tampak di jalan, apa saja yang aneh saya jadikan lagu," katanya.
Karena mencipta lagu lucu yang enak didengar itulah Buset bisa masuk dapur rekaman. Awalnya seorang temannya memperkenalkan lagunya kepada suaminya, Remon Kuantan. Remon adalah musisi yang banyak menangani aransemen lagu penyanyi minang.
Remon pun tertarik dan merekam lagu-lagu Buset, lalu ditawarkan ke sejumlah produser dan studio rekaman. Tapi semuanya menolak. Lalu Remon dengan gigih dan "habis-habisan" langsung merekam 10 lagu jadi dengan musik di kaset.
Ia menawarkan ke Samsuir, pemilik Planet Record Bukittinggi. Lagu ini dites ke anaknya berumur 4 tahun yang langsung menyukai. Planet Record pun memproduksi lagu ini.
Lagu-lagunya meledak di pasaran, tawaran manggung berdatangan. Si Buset gelagapan. Setahun mengurung diri.
"Setahun saya yakinkan diri apa mampu atau tidak saya untuk manggung, karena prinsip saya orang mengundang mahal-mahal, cuma nanti orang tidak terpuaskan, nggak enak uang itu dimakan, saya tidak percaya diri, saya mau menghibur, tapi kalau nanti orang nggak terhibur, bagaimana jadinya, itu pikiran saya dulu," alasannya.
Lalu Buset mulai belajar bagaimana menyanyi di panggung. Terutama belajar kepada penyanyi yang sudah tenar.
"Itu karena saya tidak mulai dari grup band, hanya otodidak, jadi saya butuh belajar," ujarnya.
Setelah setahun ngumpet lewat, Buset manggung di mana-mana dimulai di Tempat Pelelangan Ikan, Surantih, Pesisir Selatan. Tak hanya di Sumatera Barat, ia dipanggil manggung di luar daerah hingga ke Papua, dan luar negeri seperti Malaysia.
Orang minang di rantau kalau pesta perkawinan sering mengundang penyanyi minang, Buset muncul sebagai artis alternatif dengan lagunya yang kocak.
Saat ini Buset yang sudah menelurkan album kelima "Martina" (2010) dengan lagu andalan "Lauak", juga tampil rutin di Ramayana Bukittinggi di awal dan pertengahan bulan. Ia menjadi artis favorit bagi pengunjung di sana. (yanti/padangkini.com)
PERINGATAN: Tulisan ini milik PadangKini.com (hak cipta pada PadangKini.com/ PT Sarana Media Online) Harap tidak mengkopi-paste tulisan ini di situs, milis, dan situs jaringan sosial Anda secara utuh. Kopian diperbolehkan untuk judul dan paragraf pertama lalu di-link-kan ke halaman ini. (REDAKSI)