SEBUAH peninggalan sejarah penting yang diduga berkaitan dengan sejarah Minangkabau dan Pagaruyung terbenam di dalam Danau Singkarak. Belum ada laporan upaya pen
elitian dengan melakukan penyelaman sejak informasi ini dibuka pada 1970.
Tim Research Pengumpulan Data-data Sejarah Minangkabau yang diketuai Drs. Hasan Basri melaporkan dalam Seminar Sejarah dan Kebudayaan Minangkabau di Batusangkar, Agustus 1970.
Tim yang mengumpulkan berbagai informasi tentang Minangkabau dan Pagaruyung mendapatkan cerita adanya ‘batu basurek' (batu bertulis) di Batu Baraguang, Sumpur, tepi Danau Singkarak. Tapi batu tersebut sudah terbenam beberapa meter ke dalam danau.
Di bawah batu basurek tersebut ada terdapat ‘batu bajanjang' (tangga batu) yang turun ke dalam danau dan di tengah danau tangga tersebut menonjol ke atas dan turun lagi kira-kira 1 km dan naik lagi sampai ke pantai seberang Jorong Sudut Sumpur.
"Menurut keterangan penangkap ikan, bagian tangga yang meninggi itu hanya beberapa meter di bawah air permukaan danau, dan di kiri-kanan batu bersurat tersebut terdapat gua-gua," demikian isi laporan tim yang dikutip dari makalahnya.
Apa isi surat yang terpahat di batu itu, adakah kaitannya dengan Adityawarman, untuk apa tangga tersebut, kenapa sampai terbenam di dasar Singkarak, apakah juga karena gempa mengingat patahan Sumatera melewati danau itu? Belum ada jawabannya. (syof)
sumbar ini penuh dengan sejarah dan hasil alam yang sangat tidak tidak memungkinkan pemuda pengangguran.tapi kenyataan kita di jajah oleh kemalasan dan hidup ingin enak sendiri...
so.. broo semua untuk kita anak cucu kemenakan.mana bukti kita balik kenagari.hidup semua masyarakat tergantung masyarakat sendiri yang d motori oleh pemimpin yang baik.mudahan kedepan lebih baik dan mungkin tak ada lagi orang yang miskin di ranah minang ini.
saya setuju dgn pendapat rekan2 semuanya ini memang harus diteliti supaya jelasa sejarahnya dan ini bisa berguna untuk kita dan anak cucu kita nantinya.karena sejarah tidak akan hilang sampai akhir zaman
universitas andalas ada jurusan sastra minangkabau.
Ini bisa jd bhn penelitian.
Ini memang sdh jd pembicaraan turun temurun, apa salah kalau diteliti
Sejarah atau silsilah kerajaan minang dan raja-rajanya tidak jelas, gelap! kuat dugaan Kerajaan Minang/pagaruyung ini hanya kerajaan kecil yang jadi satelit Majapahit! (REDAKSI: Beberapa hasil penelitian justru mengindikasikan Minangkabau sudah ada sebelum Majapahit dan kejayaannya diperlihatkan dengan sejumlah kekuasaan atau diaspora pengaruh di sejumlah daerah di Indonesia, bahkan Malaysia dan Filipina. Kita berharap penelitian terbaru bisa menguak tabir kerajaan yang hancur dan kekaburan istilah saat Perang Padri ini, terima kasih).
Perlu penelitian lebih lanjut... orang sumpur harus pro aktif untuk memulainya..
apalagi mengingat sejarah sumpur belum ada bukti fisiknya, hanya dari penyampaian turun temurun dari orang tua, bahwa orang sumpur keturunan raja, tetapi raja yang mana?
atau info tetua masyarakat sekitar bahwa sumpur adalah tempat tinggal raja2...
Jika rahasia ini terkuak, saya yakin bisa lebih dahsyat daripada Pagaruyung, bahkan Nusantara, karena selama ini orang minang tahunya hanya pagaruyung.
elok kariangkanje danau singkarak tu dulu mana tahu di situ talataknyo rahasio dan harto pusako kito,untuang simujua ado ameh sagadang kapal buliah kito gunokan mambangun ekonomi ranah minang nan tacinto dan kito sekolahkan seluruh anak2 minang kama sajo supayo buliah manjadi urang cadiak di saantero nusantara dan dunia.indaklah anak2 minang bapikia sambil sekolah kalau alah tamat sma kama rantau patut di hadang.
Memang disesalkan lambatnya aparat dari pemda setempat untuk menggali budaya sejarah minang yang bernilai tinggi, malah sekaligus jadi object wisata. PAYAH
@Betor: kalau babaju sampik sarawa singkek tu ndak paralu di haramkan lai sanak, karano memang lah haram dari dahulunyo. fatwa kan untuak hal2 yang baru sajo.
Yang lalu biarlah berlalu, mari kita lihat masa depan yang lebih cerah.
jangan sekli-kali melupakan sejarah???
karam wak dek nyo beko...
kalaumemang benar batu basurek itu ada disana aku berharap batuitu jangan diganggugugat letak maupun bentuknya karna kebradaan batu itu pasti ada tujuan nya dan itu sudah diper hitung kan oleh orang minang kabau sejak dahulu........dari 'putra tanjung'
Urang minang lamah...ado sejarah dikampung halaman kito ndak namuah manindak lanjuti.
Itulah Indonesia, kalau hal2 yang akan mninggikan orang minang, pasti ditunda2..... tapi kalau urusan PITIH, pasti urang minang yang duluan, ma'af..... kalau ado nan tagisia....