Seorang mahasiswa S1 di Universitas Negeri Padang terpaksa membeli sejumlah parsel yang berisi apel, korma, sunkis, dan teh botol. Pa
rsel-parsel yang dibeli total lebih 300 ribu rupiah tersebut adalah ‘bingkisan' untuk dosen pembimbing skripsi dan beberapa dosen lain.
"Ini pengganti nasi bungkus setelah ujian skripsi, sebab bulan puasa, jadi dosen-dosen minta parsel," kata mahasiswa tersebut kepada PadangKini.com.
Lain UNP lain pula sebuah sekolah kebidananan swasta di kota Padang. Masih ujian proposal, sang dosen sering meminta hadiah kepada mahasiswa yang dibimbingnya.
Hadiahnya macam-macam. Ada yang minta baju, dasar baju, bahkan minta dibelikan laptop.
"Ada 6 mahasiswa yang dibimbing, dosen tersebut minta mereka urunan membeli laptop dengan alasan laptopnya rusak," kata seorang mahasiswi kebidanan.
Inilah dunia kampus di Kota Padang. Ada kampus yang ketat mengontrol agar dosennya tidak menerima ‘sangu' atau pemberian yang memberatkan mahasiswanya, tapi banyak juga praktek seperti ini terjadi di sejumlah kampus, terlebih di kampus swasta.
Minta hadiah membimbing skripsi atau hadiah untuk perbaikan nilai adalah sejumlah cerita tentang dosen di Kota Padang. Kegiatan seperti ini mestinya sudah harus dihentikan, karena memalukan, tidak mendidik, sama sekali tidak berintegritas, dan tidak manusiawi karena memberatkan orang tua mahasiswa.
Dunia kampus sudah selayaknya menjadi garda depan reformasi birokrasi untuk pelayanan yang bersih dan jauh dari sogok-menyogok. Praktek seperti ini mestinya tidak pernah terjadi dan kampus dan dosen mestinya memberikan contoh bersikap yang bersih dan anti sogok. Bukan sebaliknya, menumbuhkan budaya sogokan.
Kami berharap pihak pengelola kampus dan Kopertis Wilayah X lebih proaktif memantau fenomena ini dan menegakan disiplin dosen. Himbauan kepada dosen dan mahasiswa perlu dilakukan untuk menghentikan praktek-praktek seperti ini. (PadangKini.com)
Kacihan dosen bertekuk lutut ama Mhasiswa.......tapi oleh Fauzi Bahar inilah Universitas yg disukainya..............Doktor Sunat Fauzi Bahar
Terima kasih kalau anda mau menyebutkan orang dan jurusannya supaya mempunyai efek jera. Kalau hanya komentar sama saja dengan cerita bohong
tak hanya di univ negeri, swasta juga begitu kok, coba padangkini telusuri, aneh kok ujian skripsi mahasiswa dibebani bawa makanan segala ke dosen pembimbing, bukankan mereka sudah bayar sebelumny saat pendaftaran, anehnya univ malah cuek tak mau tahu.
Haaa....Haaa....Haaa....., betul..betul..betul
Dulu....tahun 89 saat saya masih baru selesai S1, ketika ada seorang teman mahasiswa FE yg coba-2 menyogok dosen yg jadi pembimbing KKN..... Sang dosen tersebut sangat marah dan merasa dihina.... saking marahnya pak dosen tsb. si mhs tersebut diusirnya dari ruangnya....!
Kebetulan saya menyaksikanya sendiri....dan saya bertanya sendiri ke pak dosen ttg apa yg terjadi.....
' Mhs Kurang ajar, dia mencoba menghancurkan idealisme kampus.... sampai kini pun saya salut n hormat sekali terhadap dosen-2 saya yg punya idealisme n integritas tinggi tsb
Tradisi dosen minta balas jasa untuk membimbing skripsi di UNP dan di Unand sudah dari dulu. Tanpa balas jasa skripsi yg di buat dipermainkan. Dosen UNP yang Paud di non reguler setiap mengaja minta dibelikan makan siang dan transportasi padamahasiswa. GURU SD DAN SMP JAUH LEIH DIHARGAI DARI PADA DOSEN. ALUMNI KALAU KETEMU MANTAN DOSEN CUEK MALAH JIJIK TAPI KETEMU GURU SD GIRANG DAN TERHARU...INGAT ITU PARA DOSEN JANGAN KOTORI PERJUANGAN ANDA
Untung saja d UNAND belum ada ketangkap seperti ini.
Cuma sekedar share, Kl dosen bimbngan saia sangat tidak suka saia membawa sesuatu waktu saia telah mendapatkan pekerjaan. "Itu (membimbing TA) adaah kwjiban saia, tidak perlu seperti ini", beliau bilang gt waktu saia telah kerja d Pemda dan mendapatkan rekomendasi beliau waktu S2.
HARTA DUNIA TIDAK AKAN PERNAH CUKUP.
Dia begini , kalau mencari Mhs yg pandai, kito ndak dapek ptih, klu nan bodoh kito dpk , disinilah peran PTS ,,,,,,,,, jadi kini kito ko akan memajukan bangsa ............... sekarang pilih yang ma kito pakai ,,,,, ptih atau mutu bangsa ......?
Bikin malu dunia pendidikan saja Dosen yang macam begitu,harta dunia tidak akan cukupnya.
Mungkin pak/ibu dosen yang minta belikan ini itu pada mhsnya waktu kuliah dulu juga melakuan hal yang sama imtil mendapatkan nilai tinngi
TIDAK SALAH MAKIN LAMA TAMATAN UNIVERSITAS MAKIN JELEK KUALITASNYA, DOSEN NYA SAJA MINTA2 PARSEL BERARTI NILAINYA BAGUS AKIBAT SOGOK MENYOGOK ???
SEBENARNYA DOSEN2 SEPERTI INI MEMANG HARUS DIPECAT SAJA. MEMALUKAN UNP SAJA!!!!
Fauzi Bahar ambil GELAR DOKTOR DI UNP, DOSEN PEMBIMBING MINTA APA YA? kalau mahasiswa S1 saja sudah berani minta parsel dll?????