PADANG-Teh telur atau bahasa minangnya "teh talua" adalah minuman popular di ranah minang. Minuman ini hampir selalu tersedia di rumah makan dan kedai minuman. Bahkan juga dijual khusus di gerobak minuman simpang jalan.
Di rumah makan atau kedai minuman biasanya teh telur dipesan pagi hari. Sedangkan gerobak penyedia teh telur di pinggir jalan lebih popular mala
m hari. Minuman ini dijual bersama minuman tradisional lainnya seperti air daun kacang dan cincau hijau.
Salah satu kedai yang menjual sarapan yang ada teh talua adalah sebuah bopet (kedai makanan) di Simpang Haru, Padang. Saban pagi selalu penuh dengan pelanggan yang sarapan dan kebanyakan pria.
Menu yang tersedia yang tertulis di dinding adalah nasi goreng, ketupat gulai paku, lontong pical, teh manis, kopi dan ini dia: teh talua, minuman yang dianggap meningkatkan stamina.
Pemilik kedai membuat minuman ini dengan mengocok telur dalam gelas dengan seikat lidi hingga berbuih. Teh telur dihidangkan dalam gelas dengan buih yang tinggi melebihi wadahnya dan ditadahnya ada seiris jeruk nipis, diperas saat akan menikmati teh telur agar aromanya lebih segar.
Nah ini dia teh telurnya. Ketika diserumput dengan pelan-pelan karena masih panas, rasanya mirip teh manis campur susu. Namun lebih lembut dan berbuih karena menggunakan telur.Tak tercium aroma telur yang amis, padahal yang digunakan itu telur mentah. Hingga serumputan pada buih terakhir, sensasi kelembutan minuman ini masih terasa. Nikmat juga.
Bagi laki-laki perokok ada yang biasa mengolesi rokoknya dengan buih teh telur sebelum menyulur dan mengisap. Katanya, rokok yang diolesi buih teh talua asapnyajadi bau kue bolu yang sedang dipanggang. Ada-ada saja.
Cara membuat teh talua ini memang mirip membuat kue bolu. Menurut Rahmi, sang penjual, membuatnya gampang-gampang susah.
"Rahasianya agar tidak amis mengocoknya harus pakai lidi, nggak bisa pakai mixer (pengacau mesin-red) atau kocokan telur dari kawat dan wadah yang digunakan harus benar-benar kering."
Saya menyaksikan Rahmi membuat teh talua untuk pelanggan yang baru datang. Tangannya cekatan membelah dua telur ayam kampung, lalu putih telurnya dikeluarkan dengan cara menukar letak kuning telur ke kanan dan kiri cangkang hingga putihnya keluar, namun kuning telurnya tetap utuh.
Kuning telur ini dimasukkan dalam gelas dan dicampur dua sendok makan gula pasir. Kemudian dikocok dengan seikat kecil lidi hingga berbuih dan memutih, lalu dimasukkan sedikit bubuk vanili.
Bubuk teh diseduhnya dengan air yang menggelegak hingga warnanya kemerahan. Setelah telur yang dikocok di dalam gelas menjadi kaku dan memutih, teh panas ini dimasukkan sedikit demi sedikit dan ditambah dengan perasan jeruk nipis lalu diaduk pelan. Buih telur langsung terlihat mengapung di gelas, berwarna krem. Terakhir, Rahmi menambahkan susu kental manis putih ke atasnya.
Teh telur yang berhasil adalah teh telur tiga tingkat alias memiliki warna tiga lapis. Warna ini sangat menarik. Saya meminumnya yang dipesan dari kantin Dinas Pendidikan Sumbar Jalan Sudirman. Warna paling bawah krem karena pengaruh susu kental manis. Warna tengah coklat tua karena pengaruh teh. Sedangkan warna paling atas putih busa telur.
Segelas teh telur yang nikmat namun cukup rumit membuatnya ini harganya hanya Rp6 ribu rupiah segelas. Tentu Anda juga bisa membikinnya di rumah. (yanti)