Oleh: Syofiardi Bachyul Jb/ PadangKini.com
TIGA sekawan itu,
Putri Widiasani, Rini Tiar Lina, dan Erna Dewita keasyikan bermainan 'bakiak'.
'Bakiak' adalah terompah deret dari papan bertali karet yang panjang. Sepasang
'bakiak' minimal memiliki tiga pasang sandal atau dimainkan tiga anak.
Agar ketiga gadis
muda 11 tahun yang duduk di kelas VI SD Negeri 18 Padangpanjang, itu bisa
berjalan denga
n 'bakiak', mereka memerlukan kekompakan. Jika tidak kompak, satu
langkah saja salah seorang bisa terjatuh, akibatnya dua temannya juga bisa ikut
terjatuh.
"Sukaaa....!"
kata mereka serentak ketika ditanya apakah ketiganya suka permainan tersebut,
saat dilihat mondar-mandir jatuh-bangun memainkan bakiak di halaman Museum
Negeri Adityawarman di Padang.
"Bakiak"
sebenarnya permainan tradisional anak-anak di Sumatera Barat. Orang Minang
kelahiran hingga pertengahan 1970-an biasa memainkannya dan ketika acara 17
Agustusan mengikuti perlombaan di desa atau kecamatan. Tapi anak-anak kelahiran
setelah itu hampir tidak mengenal lagi, karena jarang digunakan.
Tahun lalu pernah
dipamerkan aneka permainan anak-anak tradisional di Museum Adityawarman, Padang.
Dua anak laki-laki yang berkunjung memegang dua belahan batok kelapa yang
dikaitkan dengan seutas tali. Lalu mereka masing-masing memasang ke telinga dan
mulut, menjadikannya sebagai mikrofon kaleng.
Kedua anak itu
tidak tahu itu adalah terompah batok kelapa, tapi mereka jadikan telepon. Padahal,
permainan tradisional itu sebenarnya dulu biasa dimainkan anak-anak di Sumatera
Barat dengan nama 'tarompa galuak'.
Dianggap Kuno
Ayu Sutarto,
peneliti tradisi dari Universitas Negeri Jember menilai, kondisi sekarang telah
meminggirkan permainan tradisional atau permainan lokal dari anak-anak
Indonesia.
"Permainan
anak-anak tradisional sekarang hanya dimainkan di desa-desa yang sangat
terpencil, sudah sangat jarang... sekarang anak-anak kita tergila-gila dengan playstation atau komik jepang, dan
televisi menyerap perhatian anak-anak 24 jam," katanya pada suatu kesempatan di
Padang.
Padahal, kata
Sutarto, permainan tradisional ini merupakan potensi bangsa, namun terabaikan.
"Sebab dianggap
sebagai produk budaya lokal yang tidak ada apa-apanya, yang kuno dan sebagai
produk masyarakat agraris saja..., nah ini mesti menjadi kesadaran kita ada
sesuatu yang salah dengan bangsa ini..." katanya.
Menurut Sutarto,
produk-produk lokal nusantara yang dalam beberapa hal memiliki keunggulan
menjadi terpinggirkan. Padahal, dalam permainan anak-anak misalnya, selain
memiliki aspek rekreatif juga kekeluargaanm gotong-royong, toleransi.
"Permainan ini
bisa menjadi perekat sosial dalam kehidupan anak-anak nusantara, karena ketika
bermain mereka bisa melebur meski dari berbagai suku bangsa," ujarnya.
Poppy Savitri, Kepala Sub-Direktorat Kearifan Lokal dan
Foklor, Direktur Jenderal Nilai Budaya, Seni dan Film, Departemen Kebudayaan
dan Pariwisata mengatakan, Indonesia memiliki ratusan macam permainan anak-anak
tradisional, namun belum ada data base yang mutakhir tentang itu.
"Dulu ketika masih 27 provinsi sudah ada buku inventarisasi
permainan anak, sekarang belum diperbarui, saya yakin masih banyak yang belum
tercatat, sebab Indonesia memiliki banyak suku bangsa yang di dalamnya ada lagi
sub suku bangsa, permainannya kadangkala serupa, tapi tidak sama nama atau cara
memainkannya," katanya.
Savitri berharap anak-anak kembali mengenal permainan
tradisional dan bisa menyenanginya.
"Untuk memainkan permainan tradisonal membutuhkan lahan dan
sosialisasi oleh pemerintah daerah, sekarang di kota jarang ada lahan untuk bermain bagi
anak-anak, ini perlu kepedulian kita bersama, pemerintah-pemerintah daerah
perlu memperhatikan ini," kata Savitri.**
Hufffftttt, sePanjang Hari kami semakin LeLah memikirKan nasib perMainan kaMi, dahuLu permainan seMacam ini juga mnJadi slah satu perMainan fav kami. nMun seiringt keMajuan Jaman, perMainan ini mulai diLupakan.
hey,, tman2 ku... masi kah kLian igat saat perMainan itu kaLian mainkan... rindukah kaLian dengak perMainan keciL kaLian,, kMan skrg.. dmna skrg !!!! huFtttt hrusKah perMainan itu lNyap bgtu saja ?? jelas tiDak Kwan !!!! ktakan tiDakkkkk !
ini Facebook Friendster Liveconnector Ym kami
tradisionallistic@yahoo.com
mari bangkitkan keMbaLi perMainan asLi budaya kita.