BERUK (Macaca nemestrina) atau sejenis monyet
yang berwarna coklat keabu-abuan merupakan primata yang akrab dengan manusia di
Kabupaten Padang Pariaman dan Padang sejak zaman dulu.
Di daerah-daerah ini
ada cara unik memetik buah kelapa, yaitu dengan menggunakan beruk untuk
memanjat pohon kelapa dan mengambil buahnya. Pohon kelapa yang tumbuh menjulang
setinggi lebih 20 meter di daerah itu, membuat pemiliknya kesulitan untuk mengambil
buahnya dan sangat sulit mencari orang untuk memanjatnya.
Pekerjaan ini
akhirnya ‘ditangani' beruk sehingga sang pem
ilik bisa mengambil buah kelapa
untuk bahan masakan, minuman air kelapa muda, atau untuk kopra, komiditas utama
kabupaten itu. Beruk memang menjadi sumber ekonomi bagi pemiliknya.
Tentu saja
pekerjaan mengambil buah kelapa ini dilakukan beruk terlatih yang dimiliki
lelaki yang berprofesi sebagai pengambil kelapa dengan beruk. Diperkirakan
lebih 200 lelaki di sana menjalani profesi ini. Mereka memiliki seekor atau
lebih beruk terlatih, membawanya dengan sepeda, dan terlihat unik melintasi
jalan kampung.
Amiruddin, 50
tahun, salah seorang yang menekuni
profesi ini sejak berumur 6 tahun. Warga Kampung Koto, Ulakan ini memiliki dua
ekor beruk besar berumur 4 tahun. Ia membeli beruk tersebut saat berumur satu
tahun kepada orang lain yang menangkapnya di hutan Pasaman dengan harga
masing-masing Rp1,2 juta. Beruk memang primata yang banyak hidup di hutan Sumatera.
"Saya melatihnya
selama delapan bulan untuk mahir memetik buah kelapa, satu hari tiga kali
latihan masing-masing selama 5 hingga 8 menit," kata Amiruddin.
Cara mengajarnya,
mula-mula diletakkan satu buah kelapa yang sudah tua di atas kayu setinggi dua
meter dan si beruk disuruh menjatuhkannya. Jika sudah bisa menjatuhkan buah
kelapa itu, kemudian si beruk disuruh memanjat kelapa yang agak rendah.
Saat itu ia
diajarkan menjatuhkan kelapa muda dengan meneriakkan "muda, muda" atau kelapa
tua dengan meneriakkan "tua, tua". Mulai dari latihan beruk ini sudah diikat
lehernya dengan tali yang panjang.
Memiliki 500 Ekor
Beruk dianggap
mahir jika sudah dapat menjatuhkan buah kelapa sesuai perintah. Ia juga dilatih
agar dapat memetik kelapa dengan cepat dan berpindah ke pohon kelapa lainnya
yang berdekatan dengan hanya melompat dari dahan pohon satu ke pohon lainnya.
Tentu saja si pemilik memegang tali yang mengikat si beruk sebagai kendali.
Sejak kecil
Amiruddin sudah memiliki kira-kira 500 ekor beruk. Ketika seekor beruknya mati,
ia beli lagi. Ia tidak pernah mengawinkan beruk karena beruk betina yang
melahirkan tidak bisa digunakan untuk memanjat.
Jika bisa merawat
dengan baik, seekor beruk bisa sampai berumur 18 tahun. Salah satu yang mesti
dijaga pemilik beruk adalah jangan sampai si beruk terjatuh dan patah anggota
tubuhnya.
"Merawat beruk
harus dengan kasih-sayang dan dimandikan sekali sehari, apa yang saya makan itu
pula yang saya berikan untuk makanan beruk, bahkan setiap hari diberi telur dan
sekali seminggu diberi minum Supradin dan susu, tapi saya tidak pernah
memberinya ikan, daging, atau sambal ayam, nanti terbiasa harganya kan mahal,"
kata Amiruddin yang ayahnya juga seorang pemilik beruk.
Dengan mengunakan
tangan, kaki, dan mulut beruk milik Amiruddin bisa menjatuhkan kelapa sampai
1.200 sehari. Upah yang didapat Amiruddin Rp4.000 hingga Rp5.000 setiap 100
buah kelapa yang dijatuhkan.
Namun karena
tidak setiap saat ada order mengambil ribuan pohon kelapa, untuk menambah
pendapatan ia juga membeli kelapa dan menjualnya. Rata-rata pendapatan
Amiruddin Rp20 ribu sehari dan jika banyak order bisa Rp50.000 atau Rp200 ribu.
Dengan memiliki
beruk, lelaki yang memiliki dua istri dan 16 anak ini mampu membiayai
keluarganya. Bahkan anak-anaknya bisa bersekolah hingga tamat SMA.
"Di Ulakan ini
(kecamatan-red) ada sekitar 30 pemilik beruk, tapi tidak semuanya memiliki
beruk yang pintar dan jinak, beruk saya pintar dan jinak, ia bisa mengambil
kelapa tua, kelapa muda, pelepah yang sudah tua, bahkan memetik buah jengkol,
petai, dan pinang," katanya.
Beruk Butuh Kasih Sayang
Pemilik beruk
lainnya, Buyung Syamsir, 55 tahun, memiliki 6 ekor beruk. Dengan beruk yang
banyak ia dapat menyekolahkan anak dan membangun rumah.
"Ibarat mendidik
anak kandung, beruk juga butuh kasih sayang dan dimarahi jika berbuat
kesalahan," katanya. Buyung Syamsir memiliki beruk yang banyak kepandaian,
bahkan mencari kutu di atas kepalanya yang beruban, juga kutu di atas kepala
orang lain.
Bupati Padang Pariaman,
Muslim Kasim mengatakan, beruk yang mahir memetik kelapa merupakan ciri khas
daerahnya yang hampir tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Namun
sayangnya potensi unik ini belum tergarap maksimal untuk kegiatan pariwisata.
"Saya lihat di
Hawaii ada monyet yang dilatih memanjat kelapa dan seorang turis bisa
menggunakannya dengan membayar 1 Dolar Amerika Serikat, hal yang sama kita
harapkan juga bisa dilakukan di sini, sehingga pendapatan pemilik beruk
terlatih bisa bertambah," katanya.**
apa yang saya cari, terima kasih
Saya sangat tertarik sekali topik ini. Dikarnakan sejak dari kecil saya memimpikan bisa melihat langsung bahkan ingin memiliki beruk yg jinak dan pandai dalam memetik kelapa. Mohon kalo ada bisa minta alamat jelas di Padang Pariaman tempat banyak terdapat beruk2 terlatih tsb.
trimakasih atas topik ini.
(JAWABAN REDAKSI: Bapak Nugie bisa mendatangi pasar tradisional di Ulakan, Kabupaten Padangpariaman yang kadangkala juga ada penjual beruk terlatih, terutama beruk muda. Jika kebetulan tidak ada di sana bisa bertanya kepada penduduk yang akan memberikan informasi dimana bisa menemukan pelatih beruk. Terima kasih).