PadangKini.com |

Berita Mozaik

Melatih Beruk Memetik Kelapa

PadangKini.com | Senin, 10/3/2008, 23:11 WIB

BERUK (Macaca nemestrina) atau sejenis monyet yang berwarna coklat keabu-abuan merupakan primata yang akrab dengan manusia di Kabupaten Padang Pariaman dan Padang sejak zaman dulu.  

Di daerah-daerah ini ada cara unik memetik buah kelapa, yaitu dengan menggunakan beruk untuk memanjat pohon kelapa dan mengambil buahnya. Pohon kelapa yang tumbuh menjulang setinggi lebih 20 meter di daerah itu, membuat pemiliknya kesulitan untuk mengambil buahnya dan sangat sulit mencari orang untuk memanjatnya.  

Pekerjaan ini akhirnya ‘ditangani' beruk sehingga sang pemilik bisa mengambil buah kelapa untuk bahan masakan, minuman air kelapa muda, atau untuk kopra, komiditas utama kabupaten itu. Beruk memang menjadi sumber ekonomi bagi pemiliknya. 

Tentu saja pekerjaan mengambil buah kelapa ini dilakukan beruk terlatih yang dimiliki lelaki yang berprofesi sebagai pengambil kelapa dengan beruk. Diperkirakan lebih 200 lelaki di sana menjalani profesi ini. Mereka memiliki seekor atau lebih beruk terlatih, membawanya dengan sepeda, dan terlihat unik melintasi jalan kampung. 

Amiruddin, 50 tahun, salah seorang  yang menekuni profesi ini sejak berumur 6 tahun. Warga Kampung Koto, Ulakan ini memiliki dua ekor beruk besar berumur 4 tahun. Ia membeli beruk tersebut saat berumur satu tahun kepada orang lain yang menangkapnya di hutan Pasaman dengan harga masing-masing Rp1,2 juta. Beruk memang primata yang banyak hidup di hutan Sumatera. 

"Saya melatihnya selama delapan bulan untuk mahir memetik buah kelapa, satu hari tiga kali latihan masing-masing selama 5 hingga 8 menit," kata Amiruddin. 

Cara mengajarnya, mula-mula diletakkan satu buah kelapa yang sudah tua di atas kayu setinggi dua meter dan si beruk disuruh menjatuhkannya. Jika sudah bisa menjatuhkan buah kelapa itu, kemudian si beruk disuruh memanjat kelapa yang agak rendah.  

Saat itu ia diajarkan menjatuhkan kelapa muda dengan meneriakkan "muda, muda" atau kelapa tua dengan meneriakkan "tua, tua". Mulai dari latihan beruk ini sudah diikat lehernya dengan tali yang panjang.
 

Memiliki 500 Ekor

Beruk dianggap mahir jika sudah dapat menjatuhkan buah kelapa sesuai perintah. Ia juga dilatih agar dapat memetik kelapa dengan cepat dan berpindah ke pohon kelapa lainnya yang berdekatan dengan hanya melompat dari dahan pohon satu ke pohon lainnya. Tentu saja si pemilik memegang tali yang mengikat si beruk sebagai kendali.  

Sejak kecil Amiruddin sudah memiliki kira-kira 500 ekor beruk. Ketika seekor beruknya mati, ia beli lagi. Ia tidak pernah mengawinkan beruk karena beruk betina yang melahirkan tidak bisa digunakan untuk memanjat.   

Jika bisa merawat dengan baik, seekor beruk bisa sampai berumur 18 tahun. Salah satu yang mesti dijaga pemilik beruk adalah jangan sampai si beruk terjatuh dan patah anggota tubuhnya. 

"Merawat beruk harus dengan kasih-sayang dan dimandikan sekali sehari, apa yang saya makan itu pula yang saya berikan untuk makanan beruk, bahkan setiap hari diberi telur dan sekali seminggu diberi minum Supradin dan susu, tapi saya tidak pernah memberinya ikan, daging, atau sambal ayam, nanti terbiasa harganya kan mahal," kata Amiruddin yang ayahnya juga seorang pemilik beruk. 

Dengan mengunakan tangan, kaki, dan mulut beruk milik Amiruddin bisa menjatuhkan kelapa sampai 1.200 sehari. Upah yang didapat Amiruddin Rp4.000 hingga Rp5.000 setiap 100 buah kelapa yang dijatuhkan.  

Namun karena tidak setiap saat ada order mengambil ribuan pohon kelapa, untuk menambah pendapatan ia juga membeli kelapa dan menjualnya. Rata-rata pendapatan Amiruddin Rp20 ribu sehari dan jika banyak order bisa Rp50.000 atau Rp200 ribu. 

Dengan memiliki beruk, lelaki yang memiliki dua istri dan 16 anak ini mampu membiayai keluarganya. Bahkan anak-anaknya bisa bersekolah hingga tamat SMA. 

"Di Ulakan ini (kecamatan-red) ada sekitar 30 pemilik beruk, tapi tidak semuanya memiliki beruk yang pintar dan jinak, beruk saya pintar dan jinak, ia bisa mengambil kelapa tua, kelapa muda, pelepah yang sudah tua, bahkan memetik buah jengkol, petai, dan pinang," katanya.
 

Beruk Butuh Kasih Sayang

Pemilik beruk lainnya, Buyung Syamsir, 55 tahun, memiliki 6 ekor beruk. Dengan beruk yang banyak ia dapat menyekolahkan anak dan membangun rumah. 

"Ibarat mendidik anak kandung, beruk juga butuh kasih sayang dan dimarahi jika berbuat kesalahan," katanya. Buyung Syamsir memiliki beruk yang banyak kepandaian, bahkan mencari kutu di atas kepalanya yang beruban, juga kutu di atas kepala orang lain. 

Bupati Padang Pariaman, Muslim Kasim mengatakan, beruk yang mahir memetik kelapa merupakan ciri khas daerahnya yang hampir tidak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Namun sayangnya potensi unik ini belum tergarap maksimal untuk kegiatan pariwisata.

"Saya lihat di Hawaii ada monyet yang dilatih memanjat kelapa dan seorang turis bisa menggunakannya dengan membayar 1 Dolar Amerika Serikat, hal yang sama kita harapkan juga bisa dilakukan di sini, sehingga pendapatan pemilik beruk terlatih bisa bertambah," katanya.**

2 Komentar Pembaca

  • #1 irrilmips-tool http://my-addr.com/ Selasa, 18/05/2010 00:24 WIB

    apa yang saya cari, terima kasih

  • #2 nugie jakarta Sabtu, 23/01/2010 08:21 WIB

    Saya sangat tertarik sekali topik ini. Dikarnakan sejak dari kecil saya memimpikan bisa melihat langsung bahkan ingin memiliki beruk yg jinak dan pandai dalam memetik kelapa. Mohon kalo ada bisa minta alamat jelas di Padang Pariaman tempat banyak terdapat beruk2 terlatih tsb.
    trimakasih atas topik ini.


    (JAWABAN REDAKSI: Bapak Nugie bisa mendatangi pasar tradisional di Ulakan, Kabupaten Padangpariaman yang kadangkala juga ada penjual beruk terlatih, terutama beruk muda. Jika kebetulan tidak ada di sana bisa bertanya kepada penduduk yang akan memberikan informasi dimana bisa menemukan pelatih beruk. Terima kasih).

iklan
  • taguh | ......

    haaa,yo coitu urang irak pun bisa jadi awak.

  • ochid | jakarta barat

    mohon info di mana tempat latihan silat pauh di pariaman trima kasih http://rasyid-aj.com

  • anakdagang | Padang

    Mungkin pak/ibu dosen yang minta belikan ini itu pada mhsnya waktu kuliah dulu juga melakuan hal yang

  • yulianti | batang

    semoga lulus semua nax batang dan gue juga kenapa ndak kota batang mesti padang dan moga gue lulus amin